in

Susah Berhemat? Coba Trik Psikologis Berikut!

berhemat

Berhemat adalah salah satu skill manajemen finansial. Layaknya keterampilan pada umumnya, berhemat juga membutuhkan latihan. Kebiasaan berhemat juga sebaiknya dilatih dari usia dini. Khususnya ketika secara psikologis anak masih cepat tanggap terhadap hal baru dan belum banyak distraksi. Sangat disayangkan tidak semua orang mendapatkan pendidikan finansial sejak kecil. Akibatnya, sering kali kesadaran untuk berhemat baru muncul ketika seseorang mulai bekerja dan mencari uang sendiri. Biasanya di usia yang tidak lagi muda. Tapi jangan khawatir, Anda belum terlambat. Ada tips dan trik yang bisa digunakan untuk melatih pikiran dalam berhemat. Berikut ulasan PikiranTrader tentang 7 trik behemat secara psikologis untuk Anda;

1. Mulai Tabungan Berjangka

Apakah Anda termasuk orang yang sulit menabung? Anda bisa mencoba dengan tabungan berjangka sebagai solusinya. Setiap bulan tabungan ini melakukan auto-debet dari rekening Anda dalam jumlah yang telah ditentukan di awal. Kemudian tabungan ini baru bisa diambil dalam jangka waktu tertentu, biasanya ada pilihan mulai dari 1 tahun hingga 20 tahun. Nah, tanpa terasa Anda sudah menabung untuk masa depan. Mudah bukan? Tanpa disadari, Anda sudah punya jaminan di masa depan. Tentu saja, hal ini akan menciptakan rasa aman dalam hidup. Seseorang dengan rasa aman pun biasanya terhindar dari keputusan finansial yang impulsif nan gegabah.

Baca Juga  Simak Tips Jitu Menarik Pembeli saat Black Friday

2. Bandingkan Harga dengan Penghasilan

Apakah Anda tahu jumlah penghasilan Anda per hatinya? Sebagai contoh, Anda karyawan dengan gaji sebulan Rp5 juta, maka penghasilan per hari Anda adalah Rp5 juta dibagi 20 hari kerja, yaitu Rp250 ribu. Nah, gunakan hitung-hitungan penghasilan Anda per hari itu setiap kali akan mengeluarkan uang. Misalnya Anda ingin membeli sepatu seharga Rp400 ribu, maka bayangkan berapa lama Anda harus bekerja untuk mendapatkan sepatu itu. Metode ini juga berguna untuk mengetahui gaya hidup seperti apa yang pas dengan penghasilan Anda tersebut. Karena Anda bisa mengukur kemampuan antara penghasilan dengan pengeluaran.

Baca juga: Cukai Rokok Resmi Naik, Begini Rinciannya!

3. Tunda Pembelian yang Tidak Mendesak

Ingin beli sepatu keluaran terbaru? Ingin upgrade ponsel karena sudah bosan? Atau ingin jalan-jalan ke luar kota? Ingin ini-itu sebenarnya wajar saja karena sebagai manusia kita memang tidak ada puasnya. Akan selalu ada hal baru yang diinginkan. Tapi yang bahaya adalah jika Anda kebetulan merasa mampu, lalu Anda membeli barang tersebut saat itu juga. Hal ini yang biasa disebut pengeluaran impulsif. Baiknya masukkan dahulu di wishlist dan berikan diri Anda beberapa minggu untuk berpikir. Jangan biarkan hawa nafsu menguasai Anda dan terus tergoda berbelanja. Baca Juga: Awas! Mengelola Keuangan secara ‘Multitasking’ Bisa Merugikan

Baca Juga  Ingin Belajar Digital Marketing? Kunjungi 3 Website ini

4. Buatlah Tabungan Darurat

Meskipun sudah memiliki asuransi, Anda tetap harus menyisihkan uang untuk keadaan darurat. Sisakan uang misalnya Rp100 ribu per bulan, jika dana darurat itu tak terpakai karena memang tidak ada sesuatu yang mendesak, maka dalam setahun Anda punya Rp1,2 juta. Tabungan dana darurat ini cukup lumayan ketika menghadapi kondisi-kondisi yang tidak diinginkan dan tidak terpikirkan. Dana darurat bisa dikumpulkan dalam kotak celengan.

Baca juga: Cara Mendaftarkan Merek Dagang di Ditjen HKI (Part 2)

Tinggalkan Balasan

Peluang Usaha di Musim Hujan yang Menguntungkan

Peluang Usaha di Musim Hujan yang Menguntungkan

CPNS 2019

Wah! Dengan Nilai Tahun 2018, Peserta Bisa Ikut Seleksi CPNS 2019