in

Entrepreneurs, Jangan Lupa Membuat Sertifikat Halal ya! Simak Caranya!

sertifikat halal

Bagi kalian yang ingin mengurus sertifikat halal, apakah sudah tau kalau sekarang mengurusnya sudah tidak lagi lewat Majelis Ulama Indonesia (MUI) melainkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kementerian Agama ( BPJH Kemenag). Jadi, bagi kalian, entrepreneurs, jangan lupa untuk segera membuat sertifikat halal ya!

Menurut Undang-undang (UU) Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH), merintis bisnis baik yang menghasilkan barang ataupun jasa tidak boleh sembarangan. Untuk itu, kewajiban yang harus dipenuhi ketika memiliki bisnis adalah wajib mengantongi sertifikasi halal.

Kategori Produk

Dikutip dari Cermati, tertuang di Pasal 4 UU No. 33/2014. Bunyinya, “produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.” Produk ini dikelompokkan menjadi 2 kategori:

1. Barang

Makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetik dan barang yang dipakai, digunakan atau dimanfaatkan oleh masyarakat

2. Jasa

Penyembelihan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan, dan penyajian.

Detail produk di atas diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 31 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 33/2014 tentang JPH.

Baca Juga  Sehatkan Finansial Anda Dengan Detoks Keuangan

Tugas BPJH

Terlepas dari tugas utama BPJPH, yakni menerbitkan sertifikat dan label halal produk. Rupanya, ia juga mempunyai tugas lain, adalah mencabut keduanya. Melakukan registrasi sertifikat halal pada produk luar negeri, melakukan akreditasi terhadap Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), dan masih banyak lainnya.
Nah sejak diambilalih BPJPH Kemenag, sertifikasi halal sifatnya jadi wajib. Bukan lagi sukarela. Ada batas waktu bagi pelaku usaha untuk mengajukan proses sertifikat halal.
Batas waktu 5 tahun, sejak 17 Oktober 2019 – 17 Oktober 2024. Untuk sertifikasi produk makanan dan minuman (mamin), serta produk jasa yang terkait dengan produk mamin.
Kemudian dilanjutkan dengan kewajiban sertifikasi bagi produk selain mamin. Dimulai 17 Oktober 2021.

Cara Membuat Sertifikat Halal di BPJH Kemenag

1. Anda sebagai pemohon mendaftarkan diri dengan melampirkan sejumlah persyaratan dokumen (terdiri dari data pelaku usaha, nama dan jenis produk, daftar produk dan bahan yang digunakan, dan proses pengolahan produk)

2. BPJPH akan meneliti seluruh persyaratan-persyaratan yang diajukan Anda

Baca Juga  Trading Forex Untuk Pemula

3. Anda menentukan LPH untuk memeriksa produk yang dijual atau dimakan

4. Kemudian, LPH akan melakukan pemeriksaan atau pengujian produk yang dijual atau dimakan, kemudian hasilnya diserahkan ke MUI untuk mendapatkan fatwa halal sebuah produk. LPH adalah lembaga yang melakukan kegiatan pemeriksaan dan/atau pengujian terhadap kehalalan produk

5. Berdasarkan hasil pemeriksaan LPH, MUI melaksanakan penetapan kehalalan produk melalui sidang fatwa halal

6. BPJPH selanjutnya akan menerbitkan sertifikat dan label halal berdasarkan hasil fatwa MUI.

Layanan Sertifikat Halal

Ingin mengajukan atau membuat sertifikat halal, datang langsung saja ke:

1. Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat, Jalan Lapangan Banteng Barat No. 3-4, Jakarta Pusat, Indonesia

2. Untuk yang tinggal di daerah, kunjungi PTSP Kanwil Kemenag Provinsi di tempat Anda.

3. Jadwal pelayanan di PTSP Kemenag untu layanan sertifikat halal:

Senin – Kamis pukul 09.00 – 15.00 (jam istirahat 12.00 – 13.00)
Jumat pukul 09.00 – 15.30 (jam istirahat 11.30 – 13.30).
4. Informasi lebih lengkap soal sertifikat halal di BPJPH Kemenag dapat menanyakannya di:
Email: sertifkasihalal@kemenag.go.id
Whatsapp: 08111171019
Website: halal.go.id.

Baca Juga  Aktivitas yang Pantang Dilakukan oleh Orang Sukses Sebelum Tidur

Lama Membuat Sertifikat Halal

Dikutip dari Cermati, berdasarkan UU No. 33/2014, BPJPH Kemenag akan menerbitkan sertifikat halal maksimal 7 hari kerja. Terhitung sejak keputusan fatwa halal diterima dari MUI.

Perlu diketahui juga bahwa waktu 7 hari itu belum termasuk proses penetapan LPH oleh BPJPH. Yang mana memakan waktu 5 hari kerja dan sidang fatwa halal hingga keluar keputusan kehalalan produk paling lama 30 hari kerja. Itu artinya, untuk memperoleh sertifikat halal membutuhkan waktu sebulan lebih.

Nah, itu dia rincian mengenai alur, tempat, jadwal, dan lamanya membuat sertifikat halal. Jadi, jangan sampai produk ataupun jasa yang kalian punya tidak mengantongi sertifikat halal, ya! Untuk artikel selanjutnya kita akan membahas mengenai biaya yang dikenakan saat membuat sertifikat dan juga sanksi apa saja yang diterima jika menyalahi aturan.

Tinggalkan Balasan

Ragam Investasi

Ragam Investasi yang Perlu Anda Coba di Akhir Tahun

REVIEW BROKER: AGEA (AGEA International AD)

REVIEW BROKER: AGEA (AGEA International AD)