in

Cara Terbebas dari Himpitan Generasi Sandwich

kondisi pengeluaran tak terduga

Generasi sandwich merupakan sekelompok orang yang harus menanggung kebutuhan hidup anak dan keluarga serta orangtuanya disamping kebutuhnnya sendiri. Nah, kali ini kita akan membahas bagaimana sih cara agar bisa terbebas dari rantai generasi sandwich? 

Baca juga: Indonesia Tak Asing dengan Generasi Sandwich

Cara memutus rantai generasi sandwich

Dikutip dari detikfinance, peneliti INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan ada beberapa cara untuk memutus rantai kebiasaan yang membuat generasi sandwich.

Yudhistira menyebutkan, anak bisa mulai mendiskusikan rencana pensiun orang tua yang seat ini masih produktif. “Bisa dibicarakan secara matang. Misalnya mempersiapkan investasi jangka panjang ketika orang tua masih produktif, atau ikut asuransi hari tua,” kata Yudhistira, dikutip dari detikfinance.

Di samping itu, Yudhistira menambahkan, milenial juga harus melek keuangan dan investasi sejak dini. Selain itu untuk menghemat biaya, banyak milenial yang tinggal bersama orang tua untuk mengurangi biaya sewa atau beli rumah.

Penting juga untuk milenial dalam memperhitungkan anggaran jalan-jalan dan membeli mobil. “Kalau bisa ditunda ya ditunda dulu, misalnya untuk menikah juga bisa harus sederhana. Gaya hidup yang tidak perlu harus ditekan jika dompet ingin lebih longgar,” tutur Yudhistira.

Baca Juga  Kebiasaan ‘Pembawa Sial’ Bagi Keuangan Para Milenial (Part 2)

Adapun solusi lain agar bisa mentas atau terbebas dari generasi sandwich adala generasi milenial juga harus kreatif mencari pendapatan sampingan. Misalnya saat ini karyawan, lalu di rumah bisa bisnis kecil-kecilan jualan via online, content creator atau web developing yang bisa dilakukan usai jam kantor. 

Sekilas mengenai generasi sandwich

Sebagai informasi, Istilah generasi sandwich ini diciptakan oleh salah seorang pekerja sosial bernama Dorothy Miller pada 1981. Dikutip dari detikfinance, saat itu dia menyebut ‘Sandwich Generation’ untuk perempuan berusia 30-40 tahun yang terhimpit beban untuk membiayai anak dan orang tua yang sudah lanjut.

Kala itu, banyak perempuan akhirnya memutuskan menunda untuk memiliki anak karena memiliki tanggungan lain. Namun lama kelamaan istilah tersebut berkembang hingga tak hanya perempuan yang mendapatkan label ‘generasi sandwich’ tetapi juga laki-laki.

Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho menjelaskan generasi sandwich adalah sekelompok orang yang mengalami masa-masa berat karena harus menanggung kebutuhan hidup tidak hanya dirinya, anak-anaknya hingga kebutuhan orang tua yang sudah memasuki masa pensiun tetapi tidak punya penghasilan lagi.

Baca Juga  Keuntungan dari Melakukan Detoks Keuangan

 

Tinggalkan Balasan

Jenis-Jenis Emosi Saat Trading yang Wajib Anda Ketahui!

Sistem kredit mobil

Tips Jual Mobil Bekas Agar Harga Tidak Anjlok (Part 2)