in

Tindakan yang Tepat Untuk Investor Ketika Reksa dana Ditutup

keuangan para milenial

Kondisi pasar reksa dana saat ini yang cenderung mengalami penurunan sebaiknya tidak menjadikan investor mengambil tindakan yang gegabah. Meskipun saat ini tengah terjadi beberapa masalah pada investasi reksandana, namun secara industri kinerja instrumen investasi tersebut masih positif. Kira-kira langkah apa yang harus dilakukan investor ketika reksa dana ditutup?

Baca juga: Dampak 6 Produk Reksa Dana Minna Padi yang Dibubarkan OJK Terhadap IHSG

Kinerja Reksa dana

Sebenarnya kinerja reksa dana Tanah Air cukup positif dan tidak memiliki hambatan. Apalagi soal likuiditas. Bahkan per Oktober 2019 total dana kelolaan berhasil menembus rekor baru sekitar Rp 540 triliun.

Namun, ternyata dari 330 reksa dana yang ada, terdapat 10% reksa dana yang terkesan anomali. Arti anomali di sini maksudnya, beberapa reksadana menawarkan return atau imbal hasil di luar batas wajar. Alhasil, ketika terjadi penurunan di pasar, returnnya pun bisa melorot di bawah 40%.

“Ada beberapa reksadana saham, sekitar 10% dari total atau 35-40 reksadana. Memang ada beberapa reksadana yang Manajemen Investasinya (MI) mungkin sangat tidak prudent dan mencari potensi imbal hasil paling tinggi,” ujar Wawan, Head of Investment Research Infovesta Utama, dikutip dari kontan.co.id.

Baca Juga  6 Jenis Investasi yang Benar dan Aman

Wawan juga menambahkan bahwa reksa dana anomali ini muncul karena MI telah mengesampingkan faktor risiko yang ada. Umumnya, mereka masuk ke saham-saham second liner atau bahkan third liner, sehingga saat terjadi penurunan signifikan manajemen akan mengalami kerugian cukup dalam.

Baca juga: Biaya Pembuatan Sertifikat Halal

Lantas, apa yang harus dilakukan investor ketika reksa dana ditutup?

Para investor harus kembali ke prinsip awal dalam berinvestasi reksa dana. Umumnya investor yang masuk reksadana saham memiliki tujuan berinvestasi jangka panjang atau hingga 5 tahun. Sedangkan untuk jangka pendek bisa masuk ke reksadana pasar uang.

“Intinya investor jangan melakukan panic selling, harus sesuai peruntukkanya. Investor juga bisa melakukan switching, misal dari pasar uang ke pendepatan tetap, sesuai profil risiko masing-masing,” jelas Wawan.

Wawan juga memberikan saran pada investor agar mendiversifikasi dananya dalam berinvestasi. terlebih saat kondisi makro ekonomi tahun ini dan tahun depan lebih mengacu ke prospek reksadana berbasis obligasi, ketimbang saham.

Baca juga: Dirjen Pajak Siap Menagih Youtuber yang Pamer Saldo Rekening

Baca Juga  Trik Jitu Investasi Melawan Resesi Ekonomi Part 1

Tinggalkan Balasan

Ragam Investasi

Dampak 6 Produk Reksa Dana Minna Padi yang Dibubarkan OJK Terhadap IHSG

Ingin Selamat dengan Gaji di Bawah Upah Minimum, Ini Tiga Solusinya Semua karyawan tentu menginginkan gaji sesuai atau di atas Upah Minimum yang ditetapkan pemerintah. Kalau pun Anda mendapatkan gaji di bawah upah minimum dan ingin tetap selamat, maka tiga solusi berikut ini bisa dicoba. Upah Minimum Regional sudah ditentukan pemerintah Indonesia setiap tahunnya. Kemudian, ditetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP), lalu Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK). Penetapan ini biasanya berdasarkan usulan lembaga terkait, termasuk mempertimbangkan suara dari para pengusaha yang nantinya mengeluarkan gaji bagi para karyawannya. Ketika UMR/UMP/UMK sudah ditetapkan pemerintah, maka perusahaan wajib memenuhinya demi kesejahteraan para karyawan mereka. Namun, terkadang ada saja pengusaha 'nakal' yang memberikan gaji di bawah upah minimum yang ditetapkan pemerintah. Dampak dari gaji di bawah upah minimum ini tentu saja akan dirasakan langsung oleh para karyawan. Kebutuhan sehari-hari yang kian meningkat tentu pastinya menjadi tantangan tersendiri. Bukannya tidak mau bersyukur, namun para karyawan dengan gaji macam ini harus pintar-pintar menghemat uang gajinya demi menyelamatkan hidupnya dan keluarganya. Berikut ini tiga solusi agar bisa selamat dengan gaji di bawah upah minimum 1. Cari Bisnis Sampingan Bisnis sampingan menjadi solusi pertama bagi para karyawan yang punya gaji di bawah standar. Dengan bisnis tersebut, Anda bisa mendatangkan pendapatan ekstra demi mencukupi kebutuhan hidup. Sebelum melakoni bisnis sampingan, Anda perlu mempertimbangkan keahlian yang dimiliki. Jangan melakoni bisnis yang jelas-jelas Anda tak mampu melakukannya, meskipun semua hal bisa dipelajari. Setidaknya, hal itu mengurangi risiko kegagalan bisnis yang justru malah menghancurkan ekonomi Anda. Sebisa mungkin, pilihlah bisnis sampingan yang tak membutuhkan banyak modal, bahkan tanpa modal sepeserpun. Kalau pun harus menggunakan modal, Anda harus memikirkan sumber modal itu dari mana. Kalau modalnya dari pinjaman, pastikan Anda mampu melunasinya dalam jangka waktu yang disepakati. 2. Pasangan Ikut Bekerja Jika merasa gaji yang didapat sebagai karyawan kurang, maka Anda bisa mengizinkan pasangan (dalam hal ini istri sebagai pasangan kepala rumah tangga) turut bekerja. Bagaimana pun, kesulitan yang dipikul berdua akan menjadi lebih ringan. Pastinya, Anda harus mengetahui apa saja risiko dan dampak negatif ketika sebuah pasangan sama-sama bekerja. Anda harus memaklumi jika mendadak kehidupan rumah tangga berbeda dari sebelumnya ketika pasangan tidak ikut bekerja. Sebaiknya, pasangan Anda memilih jenis pekerjaan di bidang yang dikuasainya. Jangan sampai memaksakan diri, meski gajinya menggiurkan. Pilih juga jenis pekerjaan yang tidak mengganggu tugas utama sebagai ibu rumah tangga, karena itu yang terpenting. 3.Pindah Tempat Kerja Ketika mendapati kerja keras Anda sebagai karyawan tidak dihargai dengan gaji selayaknya, maka Anda bisa memutuskan untuk keluar. Pindah saja ke tempat kerja lain yang sekiranya memberikan gaji dengan standar upah minimum. Pikirkan matang-matang sebelum memutuskan pindah kerja. Jangan sampai menyesal, meninggalkan tempat kerja lama karena gaji tidak standar, tapi pindah ke tempat baru dengan gaji yang tidak lebih baik. Pastikan dulu tempat kerja yang baru benar-benar menjamin hak karyawannya. Percuma juga kan pindah kerja ke tempat baru yang menawarkan gaji dengan standar di atas upah minimum, tapi ternyata pembayarannya kerap tersendat-sendat karena keuangan perusahaannya sedang bermasalah.

4 Langkah Cerdas Mengalokasikan Uang