in

5 Tips Jitu Membeli Saham yang Baru IPO

Tips Membeli saham

Dalam berinvestasi saham, banyak hal yang harus dipelajari secara mendalam. Tidak bisa hanya dengan asal membeli saham tanpa analisis dan pertimbangan yang matang. Begitu juga dengan saham yang baru IPO (Initial Public Offering), kita harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana prospek saham tersebut ke depannya. Maka dari itu, kita harus mengetahui terlebih dahulu keuntungan dan risiko berinvestasi di saham yang baru IPO.

Keuntungan Membeli Saham IPO

 

  1. Saham IPO bersifat longgar karena harga sudah menyesuaikan patokan. Berbeda dengan saham yang sudah lama di bursa di mana pembeli sendiri yang harus tahu akan beli di harga berapa.
  2. Kemungkinan keuntungan saham IPO tinggi, karena ditawarkan pada saat kondisi bullish. Dengan begitu, kemungkinan harga akan tinggi pada saat pembukaan.
  3. Khusus saham IPO, analisis bisa dilakukan sebatas kisaran animo pasar saja. Hal ini berbeda dengan saham yang sudah lama di bursa. Pembeli harus memahami betul analisis dan strategi apa yang akan diterapkan.
  4. Kelonggaran masa pembelian juga bisa jadi kelebihan lainnya, berbeda dengan saham yang sudah lama di bursa. Pembeli sendiri yang akan menentukan tanggalnya.
Baca Juga  Pelaku Pasar Saham, Simak Cara Cuan Ketika Bull and Bear! (Part 1)

Setelah mengetahui keuntungan membeli saham perusahaan yang baru saja IPO, berikut 5 tips jika anda ingin membeli saham yang baru IPO

Tips Membeli Saham yang Baru IPO

1. Mengobservasi Nilai Saham IPO

Karena saham yang baru IPO belum memiliki histori harga. Jadi, yang bisa Anda lakukan adalah menganalisis dari pospektus dan riset-riset yang tersebar di media massa.

2. Melihat Jumlah Saham Yang Dilepas Ke Publik

Pada umumnya, semakin besar jumlah saham yang dilepas ke publik atau sekitar di atas 30%, maka akan semakin baik. Karena ini berarti makin banyak masyarakat yang bisa memiliki saham tersebut. Secara teori, transaksi saham akan lebih likuid pada pasar sekunder.

3. Rekam Jejak Penjamin Emisi

Cara menilai penjamin emisi calon emiten adalah Anda dapat melihat track record tingkat kesuksesan dan nilai oversubscribe (saham tersebut banyak peminatnya) dari saham yang baru IPO tersebut.

4. Laporan Keuangan

Anda dapat menganalisis kinerja laporan keuangan dari perusahaan yang baru menjual sahamnya di bursa, minimal 3 tahun terakhir dan bandingkan dengan kinerja emiten lain yang sejenis.

Baca Juga  Berkenalan dengan Achmad Zaky Pendiri Bukalapak

5. Mengawasi Tren Pasar

Dilihat dari data historis di bursa, beberapa saham IPO dengan fundamental yang bagus, tapi harga sahamnya merosot. Hal ini diakibatkan karena saham tersebut rilis atau IPO saat tren pasar sedang negatif.

Untuk referensi lebih lanjut, silahkan baca artikel dengan judul Saham IPO Enaknya Short-Trading atau Long Term Investasi ya?. Happy Trading!

harga kurs rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 16 Januari 2020

Dalam pasar valas, volatilitas tinggi berarti harga naik tinggi dengan cepat lalu tiba-tiba turun dalam dengan cepat pula.

Mengenal Volatilitas dalam Pasar Valas