in ,

Tipe Obligasi Berdasarkan Penerbit yang Harus Diketahui

5 Investasi booming
Photo by Nattanan23 on Pixabay

Ada berbagai macam tipe obligasi di investasi obligasi. Sebelum membahas hal tersebut, kita harus tahu dulu apa itu obligasi. Obligasi atau surat utang adalah surat yang diterbitkan oleh perorangan, perusahaan, atau pemerintahan. Surat utang tersebut dijanjikan untuk dikembalikan plus bunga pada tanggal jatuh tempo sesuai dengan kesepakatan yang sudah ditentukan.

Investasi obligasi memiliki berbagai macam tipe. Dalam artikel ini yang menjadi fokus adalah tipe obligasi berdasarkan penerbit atau pembuat surat obligasi tersebut. Secara fundamental, semua badan hukum bisa saja membuat obligasi. Akan tetapi, aturan untuk membuat surat tersebut sangatlah ketat untuk menjamin keamanan investor. Berikut adalah tipe obligasi berdasarkan penerbit yang sah untuk diperjualbelikan menurut diskartes.com.

Tipe Obligasi Berdasarkan Penerbit

  1. Obligasi Pemerintah. Surat utang ini dikeluarkan langsung oleh pemerintah dan sudah barang tentu sah secara hukum. Di Indonesia, ada berbagai macam jenis obligasi pemerintah. Sebagai contoh obligasi Negara Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Ritel (SukRi), Saving Bond Ritel (SBR) dan Sukuk Negara Tabungan (ST). Untuk obligasi yang memiliki nama ‘sukuk’ memiliki basis syariah dalam surat utangnya.
    SBR dan ST adalah ‘evolusi’ dari ORI dan SukRi. Biasanya SBR dan ST memiliki manuver yang cukup unik untuk menarik investor. Oleh karena itu investor harus mencari info dahulu sebelum membeli karena manuver yang dilakukan biasanya berbeda.
  2. Obligasi Municipal. Obligasi ini biasanya diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk membantu pembangunan daerah. Hal ini dilakukan pemerintah daerah agar tidak tergantung kucuran dana dari pemerintah pusat untuk membangun daerahnya. Meskipun sama-sama diterbitkan pemerintah, resiko gagal bayar jauh lebih besar.
  3. Obligasi Korporasi/Perusahaan. Obligasi ini diterbitkan oleh suatu perusahaan, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ataupun swasta. Biasanya memiliki masa jatuh tempo setahun. Risiko gagal bayar lebih basar daripada obligasi pemerintah. Faktor yang mempengaruhi adalah kondisi politik negara perusahaan tersebut, kondisi perusahaan penerbit, dan kondisi pasar.
Baca Juga  Investasi Obligasi, Investasi Apa Itu?
Keuntungan Besar Investasi Obligasi

5 Keuntungan Besar Investasi Obligasi

Tipe Kupon Obligasi

Tipe Kupon Obligasi, Apalagi Itu?