in

Plus Minus Peer to Peer Lending Untuk Peminjam

Plus Minus Peer to Peer Lending
Picture by ccfb on Pixabay

Peer to Peer Lending (P2P Lending) adalah jenis investasi yang sedang marak dibicarakan. Di dalam P2P Lending, ada dua peran yang saling bersinergi yaitu peminjam dan investor. Dan jika seseorang ingin berkecimpung di P2P Lending sebagai peminjam, ada baiknya mengetahui plus minus Peer to Peer Lending tersebut.

Jika anda sebagai peminjam yang membutuhkan dana cepat, P2P Lending bisa menjadi solusi yang tepat. Perlu juga diingat bahwa investasi ini juga memiliki kekurangan bagi sisi peminjam. Berikut adalah plus minus Peer to Peer Lending untuk peminjam menurut koinworks.com.

Plus Minus Peer to Peer Lending Untuk Peminjam

Sisi Plus:

Salah satu manfaat terbesar dari P2P Lending untuk peminjam adalah suku bunga yang rendah. Suku bunga yang diberikan P2P lending lebih rendah dari suku bunga yang ditentukan oleh lembaga keuangan resmi, misalnya, bank.

ketika mengajukan pinjaman pribadi di lembaga keuangan, suku bunga yang ditentukan adalah sekitar 12-20 persen. Namun, pinjaman dari P2P Lending mempunyai suku bunga yang rendah.

Baca Juga  5 Tips Penting untuk Mahasiswa yang Mau Memulai Investasi

Kelebihan lainnya adalah pengajuan pinjaman tidak seformal melakukan pinjaman di lembaga keuangan. Proses yang dilakukan juga tidak makan waktu dan lebih mudah. Syarat-syarat yang diminta juga tidak terlalu ribet untuk mendapatkan persetujuan pinjaman.

Selain itu, peminjam bisa juga meminta pinjaman dengan alasan apapun, selama ada investor yang mau memberikan uangnya.

P2P Lending tidak memerlukan jaminan apapun untuk meminjam, sehingga mempermudah proses peminjaman.

Sisi Minus:

Jika peminjam gagal membayar, hal itu akan membuat kelayakan kredit menjadi merosot. Jika hal itu terjadi, suku bunga P2P Lending akan meroket. Apa lagi jika peminjam telat membayar, tagihan yang didapat akan membengkak.

Pinjaman ini hanya cocok untuk pinjaman jangka pendek. Hal ini dikarenakan semakin lama jangka waktu pinjaman, jumlah tagihan akan terus membesar.

Kemungkinan tidak terpenuhinya dana pinjaman secara keseluruhan juga mungkin saja terjadi. Sebagai contoh, seorang peminjam membutuhkan dana sebanyak Rp250 juta, namun dana yang terkumpul ganya Rp150 juta. Jika hal ini terjadi, pengajuan dana dianggap gagal dan dana yang sudah ada akan dikembalikan ke investor.

Baca Juga  4 Cara Mudah Menabung Dana Darurat
Investasi Prinsip Pareto

Bagaimana Sistem Peer to Peer Lending Bekerja?

Menata Ruang Kerja Trader Forex Rumahan

Menata Ruang Kerja Trader Forex Rumahan: Rumah Sempit