in

5 Langkah Diversifikasi Portofolio Investasi

Bursa Asia Kembali Menguat
Picture by Dawnfu on Pixabay

Banyak pakar investasi yang merekomendasikan melakukan diversifikasi portofolio investasi. Hal ini disarankan untuk semua investor, baik investor pemula ataupun investor yang masih pemula. Namun terkadang banyak investor pemula yang masih bingung akan langkah melakukan diversifikasi portofolio investasi.

Melakukan diversifikasi bukanlah tanpa alasan. Diversifikasi merupakan salah satu strategi dalam melakukan investasi. Dengan melakukan diversifikasi, anda tidak akan mengalokasikan seluruh dana anda di satu instrumen investasi. Diversifikasi merupakan senjata yang harus dimiliki oleh investor untuk memaksimalkan keuntungan. Selain itu, dengan melakukan diversifikasi, risiko yang dialami investor juga akan semakin kecil.

Berikut adalah beberapa langkah untuk melakukan diversifikasi portofolio investasi untuk membantu anda menurut koinworks.com.

Langkah Melakukan Diversifikasi Portofolio Investasi

  1. Tahu Seberapa Besar Risk Tolerance. Risk tolerance adalah batasan tingkat risiko yang bisa kita terima dan batas minimum dari risiko yang kita ambil. Investasi yang anda lakukan tidak akan maksimal jika anda tidak paham akan cara kerja instrumen investasi dan dana yang dibutuhkan.
  2. Melakukan Rebalancing. Rebalancing adalah suatu proses yang dilakukan investor untuk menyeimbangkan aset yang diinvestasikan dalam portofolio. Sebagai contoh, dalam investasi saham, rebalancing adalah melakukan jual beli aset di portofolio untuk menjaga tingkat alokasi aset yang cocok. Misal jika anda melakukan investasi 50 persen saham dan 50 obligasi. Suatu saat harga saham meningkat dengan baik, anda bisa mengalokasikan dana anda menjadi 75 persen saham dan 25 persen obligasi.
  3. Tentukan Target Aset. Dengan anda mengetahui risk tolerance, anda akan lebih mudah menentukan target aset anda. Jika anda merasa memiliki risk tolerance rendah, anda bisa memilih investasi yang memiliki risiko rendah. Sebagai contoh, anda bisa memilih Obligasi Ritel Negara (ORI) atau reksa dana.
  4. Paham Akan Kapasitas Risiko. Jika anda tahu akan kapasitas risiko anda, anda akan lebih mudah menghindari emotional investing. Faktor-faktor seperti dana yang dimiliki, nilai aset investasi, dan tujuan melakukan investasi akan membantu anda mengetahui kapasitas risiko anda.
  5. Fokus Akan Tujuan Investasi. Anda harus selalu fokus pada tujuan investasi anda. Jangan sampai anda mudah tergiur dengan jenis-jenis investasi yang ada tanpa mempertimbangkan akan plus minusnya.
Baca Juga  4 Langkah untuk Menjadi Pengusaha Sukses

 

Investasi Prinsip Pareto

6 Strategi Untuk Mengembangkan Investasi Anda

pengertian Peer to peer lending

Pilihan Investasi dengan Modal Rp1 Juta