in

Kiat Investasi Menggunakan Risk Tolerance

Risk tolerance
Photo by CDC on Unsplash

Ketika seseorang akan melakukan investasi, hal yang sebaiknya dilakukan pertama adalah menentukan risk tolerance. Risk tolerance dapat diartikan sebagai batasan tingkat risiko yang bisa diterima dan batasan tingkat risiko yang akan bisa diambil. Risk tolerance harus dipertimbangkan sesuai dengan dana, target, instrumen, dan potensi keuangan anda. Jika anda tidak mempertimbangkan dulu dengan dana, target, instrumen, dan potensi keungan anda, investasi anda tidak akan maksimal.

Banyak orang yang mengatakan bahwa pendekatan risk tolerance adalah sebagai berikut:

  • Muda dan ambil risiko
  • Sudah pensiun jangan ambil risiko.

Pendekatan itu tidaklah salah, akan tetapi risk tolerance lebih berdekatan dengan sisi emosional seseorang. Sebagai contoh ketika anda ada dana berinvestasi sebanyak Rp1.000.000 dan itu uang yang anda miliki. Apakah anda siap merugi 25 (Rp250.000) persen disaat anda memiliki keingan untuk menaikkan nilai nominal anda?

Daniel Kahnemann, pemenang Nobel Ekonomi, menyatakan bahwa seseorang akan lebih emosional terhadap kerugian ketimbang keuntungan. Dari contoh diatas, anda bisa kehilangan 50 persen dari investasi anda karena faktor emosional. Maksud hal ini adalah, ketika anda kehilangan 25 persen dari investasi anda, anda ingin uang yang hilang itu kembali. Anda akan menambahkan lagi uang anda untuk investasi dengan harapan bunga dari investasi yang baru akan mengambalikan kerugian investasi pertama anda. Jika anda emosional, bisa saja anda 50 persen dari dana investasi anda akan raib. Berikut adalah kiat-kiatnya menurut koinworks.com.

Baca Juga  Trik Jitu Investasi Melawan Resesi Ekonomi Part 2

Melakukan Investasi dengan Risk Tolerance

Ketika anda akan menentukan risk tolerance, anda harus memikirkan kerugian yang siap diterima dan keuntungan yang didapatkan. Kedua faktor itu juga harus disesuaikan dengan jangka waktu, dana yang ada, dan target investasi.

Sebagai contoh, dalam 6 bulan berinvestasi dengan modal Rp10.000.000, bagaimana perkembangan dari dana tersebut? Apakah anda siap dengan:

  • Kerugian Rp500.000 dan keuntungan Rp1.000.000?
  • Kerugian Rp3.000.000 dan keuntungan Rp6.000.000?

Dengan memahami risk tolerance, anda akan siap dengan kerugian yang akan didapatkan dan keuntungan yang diharapkan. Portofolio investasi anda juga bisa anda tentukan sesuai dengan risk tolerance yang siap anda terima.

Dengan adanya risk tolerance, anda juga bisa lebih mudah untuk melakukan diversifikasi dana investasi. Diversifikasi dibutuhkan karena hal tersebut bisa membagi potensi kerugian berdasarkan risk tolerance.

Oleh karena itu, seorang investor harus siap dengan risk tolerance mereka untuk bisa mendanai investasi yang paling nyaman untuknya.

pengaruh investasi terhadap finansial

Pengaruh Investasi Terhadap Kehidupan Finansial

Investasi secara rutin

5 Manfaat Melakukan Investasi Secara Rutin