in

Oma Ally, Trader Guru Penemu Metode BBMA

Oma Ally adalah seorang trader dari Malaysia yang menemukan sistem BBMA. Beliau juga dikenal sebagai mentor atau guru yang sukses mendidik para trader forex sampai mampu menghasilkan keuntungan yang konsisten. Oma Ally adalah seorang Trader Guru yang sangat dermawan dalam berbagi ilmunya kepada masyarakat luas.

BBMA OA sangat terkenal di kalangan trader Indonesia sejak beberapa tahun lalu. Komunitas yang tergabung dari trader Malaysia, Indonesia, Brunei dan negara lain yang tercatat pada sebuah grup di aplikasi telegram sudah sampai 2,800 orang, sedangkan di Indonesia sudah mencapai kurang lebih dari 400 orang. Di kalangan komunitas Indonesia, BBMA OA terkenal dengan tingkat ketajaman entry, waktu floating yang rendah, dan yang paling utama adalah entry berlapis-lapis.

Definisi BBMA

Merupakan Singkatan gabungan 2 indikator yang terdapat di dalam perisian Meta Trader 4 atau MT4 yaitu Bolinger Band dan Moving Average. Adalah indikator ‘Favourite’ yang lazimnya digunakan oleh para trader dalam menentukan arah pasaran. Oma Ally telah mengolah semula cara-cara penggunaan dan memadankan kegunaan kedua-dua indikator tersebut di dalam pasaran FOREX. Melalui penelitian yang panjang serta uji dan kaji secara terus menerus maka menghasilkan teknik BBMA Oma Ally.

Baca Juga  Berencana Membeli Mobil, Perhatikan Tips Berikut!

Bollinger Bands (BB)

Bollinger Bands (BB) merupakan indikator yang sangat penting dalam BBMA OA. BB diciptakan oleh John Bollinger sebagai penentu sentimen, bias dan mengukur volatilitas pasar. Dalam BBMA OA, BB memiliki 2 sifat utama , yaitu mengembang dan mendatar.

BB Mengembang

Bollinger Band mengembang menunjukkan ada pergerakan kuat atau momentum harga sedang berlaku dan menggerakkan arah pasaran. Ini memberitahu momentum pergerakan market adalah KUAT.

BB Mendatar

Bollinger Band mendatar apabila tiada momentum dalam pergerakan market. Bollinger Band akan menguncup dan mengecil. Dan keadaan ini dipanggil BB Mendatar. Fenomena ini berlaku biasanya setelah kenaikan harga pasaran.

Moving Average(MA)

Moving Average atau MA, adalah indikator yang merata-ratakan harga pada suatu periode waktu tertentu di dalam suatu pasar. Dalam perkembengannya, MA telah berkembang dengan berbagai macam model perhitungan untuk melakukan sampling dalam mencari nilai rata-rata tersebut. Secara umum, MA berfungsi sebagai pembaca arah trend serta sebagai Support dan Resistance yang dinamis. ada 2 jenis MA yang populer, yaitu:

Baca Juga  5 Tips Menabung di Tengah Pandemi

1. Simple Moving Average (SMA)

Simple Moving Average (SMA) ini merupakan MA yang paling sederhana. Ya, sesuai dengan namanya: simple. Tapi jangan remehkan kemampuan si SMA yang sederhana ini, karena dengan penggunaan yang tepat ia pun bisa menuntun Anda untuk mengenali pergerakan harga. MA “memperhalus” pergerakan harga. Semakin besar periode yang digunakan maka semakin “halus” pula MA yang dihasilkan. Semakin halus MA yang dihasilkan maka akan semakin lambat ia bereaksi terhadap pergerakan harga.

2. Exponential Moving Average (EMA)

Perhitungan EMA tidaklah sesederhana SMA. EMA memberikan bobot yang lebih dalam perhitungan harga rata-rata dalam rentang waktu tertentu. Efeknya adalah EMA cenderung lebih sensitif terhadap pergerakan harga , sehingga EMA bergerak sedikit lebih agresif daripada SMA.

Intinya apa yang perlu diketahui dan diingat adalah apa hukum asas kepada sistem BBMA Oma Ally , Terdapat 2 asas utama yang amat penting:

1. Moving Average tidak boleh berada diluar Bollinger Band
2. Candlestick tidak boleh closed diluar Bollinger  Band

Baca Juga  Hindari Utang Kartu Kredit Pada 4 Hal Ini!

 

Tinggalkan Balasan

Naik Turun Nilai Rupiah, Begini Cara Menguatkan Kembali

Transaksi E-Money Semakin Marak, Siapkah Kita?