in

Tips agar Profit Trading Saham Cepat Melesat (Part 1)

Sebagai seorang trader saham pernahkah Anda menghitung hasil trading Anda pada akhir tahun? Bagaimana caranya mengukur kinerja trading kita? Ini dia bagaimana agar profit tading saham cepat melesat!

Dirangkum dari Ellen May.com, salah satu cara untuk mengukur kinerja trading adalah dengan membandingkannya dengan kinerja IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan).

Seperti contoh kinerja trading Anda hanya 20 persen setahun, namun IHSG kinerjanya minus dalam setahun, itu artinya Anda sudah berprestasi.

Namun sebaliknya, bila kinerja IHSG positif, seperti pada tahun 2009 IHSG bertumbuh sekitar 94 % lebih (dari level terendah 1307 di bulan Januari 2009, hingga level tertinggi 2542 di bulan Desember 2009) maka, sebaiknya kinerja trading Anda lebih tinggi dari 94 % atau paling tidak menyamai kinerja IHSG.

Jika Anda seorang trader (atau investor) pemula, maka target pencapaian Anda pertama-tama, paling tidak, sama dengan kinerja IHSG.

Oke pertanyaannya mungkin seperti ini, “Gimana caranya supaya sebagai seorang pemula kinerja trading bisa lebih bagus atau paling tidak sama dengan IHSG ?”

Baca Juga  Untuk Anak Kos, 3 Tips Hemat di Bulan Ramadhan

Nerikut Ada beberapa tips yang bisa Anda ikuti, antara lain :

1. Tips pertama, ikuti pergerakan saham-saham penggerak indeks (index mover).

Index mover, atau saham-saham penggerak indeks adalah saham-saham berkapitalisasi besar yang otomatis memiliki bobot besar, dan memberikan pengaruh besar dalam penghitungan IHSG.

Apa yang dimaksud dengan kapitalisasi ? Kapitalisasi adalah banyaknya saham yang beredar, dikalikan dengan harga saham. Otomatis, saham-saham yang berkapitalisasi besar yang menduduki peringkat big caps adalah saham-saham yang memiliki jumlah saham yang beredar di publik banyak, dan juga biasanya nominalnya besar.

Saham-saham seperti inilah yang biasanya disebut dengan saham blue chips. Saham-saha berkapitalisasi besar ini biasanya dari perusahaan yang sudah cenderung mapan, perusahaan-perusahaan besar yang sudah berhasil menciptakan profit yang konsisten dalam jangka panjang.

Biasanya, karakter dari saham-saham ini cenderung agak lambat pergerakannya. Saham-saham jenis ini cocok untuk investor dan trader dengan profil risiko moderat – konservatif.

Kapan saatnya mengikuti saham-saham index mover ini ?

Jika Anda menginginkan kinerja Anda paling tidak mirip dengan IHSG maka, separuh atau sebagian besar portofolio Anda bisa memilih saham-saham big caps tersebut. Pemilihan saham bagi trader tentunya lebih menggunakan analisis teknikal, dan juga manajemen risiko trading (bisa dipelajari di Training Trading Profits).

Baca Juga  Tindakan yang Tepat Untuk Investor Ketika Reksa dana Ditutup

Sedangkan bagi investor, pemilihan saham sebaiknya disesuaikan dengan sektor yang sedang bergerak dan juga fundamental perusahaan terkait, meskipun biasanya saham big caps berfundamental bagus tapi belum tentu sektornya sedang melaju.

Kemudiam bagi trader, sebaiknya Anda mengikuti saham-saham big caps ini ketika pasar sedang menguat / IHSG sedang menguat.

Namum jika kejadian sebaliknya terjadi, ketika IHSG sedang lesu gimana ?

Santai, jangan khawatir, masih ada cara yang lain kok, untuk tips selanjutnya, tunggu next article yaa,,

Tinggalkan Balasan

Neraca Perdagangan Indonesia Alami Defisit, Mengapa?

Cara Youtuber  Mendapatkan Pengahasilan