in , ,

Panduan Mudah Investasi Reksadana untuk Pemula

Investasi reksadana kini banyak menjadi pilihan anak muda yang baru ingin memulai investasi. Karena memang jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya, investasi reksadana terbilang memiliki risiko yang lebih kecil. Sehingga banyak anak muda yang baru saja terjun ke dunia investasi memulai dari investasi jenis ini.

1. Tentukan dulu tujuan keuangan melakukan investasi di reksadana

Setiap investasi yang Anda lakukan pasti memiliki tujuan keuangan yang ingin Anda capai. Sebelum memulai investasi reksadana pun ada baiknya untuk mengetahui apa saja tujuan keuangan yang ingin anda raih.

Tujuan keuangan tersebut bisa berupa, tabungan pensiun, tabungan berumah tangga, tabungan pendidikan anak. Dan juga tabungan untuk membeli rumah atau properti di masa mendatang. Dengan mengetahui tujuan keuangan tersebut, Anda akan bisa menentukan berapa lama investasi dapat dilakukan dan jenis investasi yang lebih cocok dengan tujuan tersebut.

2. Pemilihan jenis reksadana

Langkah selanjutnya menentukan jenis reksadana. Seperti yang diketahui, ada empat jenis reksadana saat ini, yaitu reksadana saham, pendapatan tetap, campuran, dan pasar uang.

Baca Juga  Super! Indonesia Berhasil Tembus Top 200 Listed Company

Jika Anda memilih reksadana saham, maka sebagaian besar dana investasi anda akan digunakan oleh manajer investasi (MI) untuk membeli instrumen saham di pasar modal.

namun jika Anda memilih reksadana pendapatan tepat dan pasar uang, sebagian dana Anda akan dipakai MI membeli obligasi reksadana pendapatan tetap dan deposito reksadana pasar uang.

Sedangkan untuk reksadana jenis campuran, dana investasi akan dipakai untuk membeli berbagai jenis instrumen berupa obligasi, saham, deposito, dan lain-lain.

3. Pelajari untuk memilih reksadana yang ingin dibeli

Memang dalam melakukan berbagai hal, ada baiknya untuk mengetahui secara detail, apalagi yang menyangkut dengan investasi dan dana. Anda akan menemukan ratusan produk reksadana yang bisa dibeli di Indonesia saja.

Sebelum benar-benar membelinya, ada baiknya mencari info dan track record dari produk melalui internet. Sekarang Anda akan dengan mudah untuk mencari berbagai informasi di internet. Sekaligus untuk mencari tahu kinerja manajer investasi yang akan Anda percayakan untuk memegang kendali atas dana yang akan diinvestasikan.

Baca Juga  Utang Kartu Kredit Membelit Tanpa Ampun? Inilah Strategi untuk Keluar dari Belitannya!

Pelajari laporan keuangan, portfolio, hingga syarat seperti nominal dana minimal yang Anda butuhkan. Jika memang informasi sudah lengkap dan jelas, Anda tinggal memilih produk reksadana yang sesuai dengan dana yang Anda miliki.

4. Membeli reksadana

Membeli reksadana bisa dilakukan dengan berbagai cara. Anda bisa membeli reksadana melalui sejumlah institusi seperti bank, yang memang sudah bekerja sama dengan manajer investasi pilihan Anda. Selain itu, Anda juga bisa membelinya secara langsung, tapi memang tak semua manajer investasi menawarkan opsi ini.

5. Konsisten berinvestasi

Jika masih dalam proses pemahaman dan pembelajaran, ada baiknya untuk Anda konsisten dalam berinvestasi terlebih dahulu. Konsistensi ini akan menghasilkan keuntungan dari compound effect atau bunga berbunga. Dimana hasil yang Anda terima nanti akan menjadi lebih besar dari total dana keseluruhan yang diinvestasikan.

Tinggalkan Balasan

Pinjaman Online Memang Mudah, Tapi…

5 Alasan Kenapa Investasi Harus Dimulai Sejak Muda