in

Hendak Menggadaikan Barang? Wajib Fahami Hal-hal Berikut!

menggadaikan barang

Banyak opsi yang dapat dilakukan seseorang untuk mendapatkan uang dalam waktu yang singkat. Salah satu cara yang sudah umum dilakukan ialah dengan menggadaikan barang. Kini juga telah banyak PT Pegadaian (Persero) maupun jasa gadai swasta yang menawarkan jasa gadai ini. Oleh karena itu, sebelum anda menggadaikan barang anda, ada baiknya anda memperhatikan hal-hal berikut;

1. Cek Legalitas

Poin pertama ini tentunya sangat penting untuk anda lakukan, yaitu mengecek terlebih dahulu legalitas dari lembaga atau jasa pergadaian tersebut. Karena legalitas usaha pastinya akan berkaitan dengan keamanan barang yang akan digadaikan.

Ingat bahwa barang yang akan anda gadaikan tentunya adalah barang yang cukup berharga, maka pastikan tempat tersebut membuat anda nyaman dan aman. Baik itu kerahasiaan data pribadi anda, serta terjaminnya keamanan barang anda yang digadaikan. Tentu anda tidak ingin kehilangan barang yang anda gadaikan, maka pastikan kredibilitas tempat gadai tersebut.

2. Perhatikan Biaya Gadai

Setiap penyedia gadai tentunya memiliki kebijakan tersendiri dalam menjalankan jasanya. Seperti yang diketahui bahwa sistem gadai adalah sistem sewa titip, maka bila mengacu pada tempat gadai BUMN, tempat gadai akan mengenakan biaya sewa atau biaya titip ini per 15 hari. Serta dengan jatuh tempo 120 hari dan dapat diperpanjang. Bila terlambat dari jatuh tempo, tentu memiliki biaya denda.

Baca Juga  Cryptocurrency Trading bagi Pemula – Part 2

Setiap kali Anda melakukan gadai, maka Anda akan dikenakan biaya Administrasi. Besarnya biaya administrasi tergantung dari nominal yang anda gadaikan. Semakin besar pinjaman yang Anda ambil, maka biaya Administrasi yang dikenakan akan semakin bertambah pula. Maka perhatikan biaya gadai ini, jangan sampai anda tak mampu untuk melakukan ansuran sehingga barang yang anda gadaikan harus hangus.

Baca juga : Modal Usaha Tanpa Pinjam Bank? Wajib Simak Tips Berikut!

 

3. Syarat & Ketentuan yang Berlaku

Setiap penyedia jasa tentunya memiliki beberapa syarat dan ketentuan yang digunakan, tak terkecuali jasa gadai. Persyaratan formal seperti kartu identitas diri atau kita kenal dengan KTP tentunya harus anda miliki. Selanjutnya tentu saja barang yang akan digadaikan. Bila anda menggadaikan logam mulia seperti emas, perhatikan surat-surat serta fisiknya. Begitu juga bila anda menggadaikan kendaraan bermotor, perhatikan surat-suratnya dan keadaan fisik kendaraan anda. Hal tersebut perlu anda lakukan, karena tempat gadai tidak akan menerima barang bermasalah atau tidak memiliki surat-surat yang sesuai.

Baca Juga  Merekrut Karyawan Rumah Makan? Wajib Penuhi 4 Kriteria Berikut!

4. Fahami Nilai Taksiran

Setiap tempat gadai umumnya menerapkan nilai taksir dan pinjaman yang dapat diterima yaitu sebesar 80% – 85% dari nilai taksir tersebut. Contohnya, apbila anda menggadaikan emas dan tempat gadai memberi nilai taksir sebesar Rp 10.000.000 maka nilai pinjaman yang dapat diberikan kepada anda sekitar Rp 8.000.000 s/d Rp 8.500.000. Istilah ini penting untuk anda pahami, agar tidak kecewa bila nilai pinjaman yang anda inginkan tidak tercapai, karena ini adalah sistem yang sudah umum berlaku di tempat pegadaian.

5. Tentukan Berapa Lama Barang digadaikan

Tentu ada alasan yang mendasari anda menggadaikan barang untuk mendapatkan dana secara cepat dan mudah. Oleh karena itu, yang mengetahui berapa lama barang tersebut digadaikan adalah diri anda sendiri. Jangan sampai terlena dan menyepelekan dan pastikan anda konsisten setiap jatuh tempo untuk mengurangi besaran pinjaman anda. Besaran cicilan pun harus anda perhatikan, yaitu tidak lebih dari 30% penghasilan anda. Karena kasus yang banyak terjadi adalah, ketika merasa jatuh tempo masih lama dan pada akhirnya menunda untuk menyiapkan dana yang cukup saat jatuh tempo.

Baca Juga  Investor, Waspada 8 Modus Pialang Berjangka Ilegal!

 

Itulah beberapa hal yang wajib hukumnya anda fahami sebelum menggadaikan barang anda. Ingat untuk selalu bijak dan fikirkan matang-matang sebelum anda menggdaikan barang anda.

Tinggalkan Balasan

Investasi Sebagai Penghasilan Utama, Apa Bisa?

Mudik bisa meratakan perekonomian di daerah

Menpar: Mudik Jadi Ajang Pemerataan Ekonomi Warga Daerah