in

Tips Membelanjakan Gaji Pertama

Bagi milenial atau pun Gen Z yang baru pertama kali terjun ke dunia kerja pasti mengalami kesulitan dalam mengatur gaji pertama. Pengelolaan finansial bisa jadi hal yang tidak mudah bagi mereka yang tidak terbiasa. Apalagi mereka harus menghadapi kondisi biaya hidup yang kian tinggi. Dikutip dari Kompas, berikut tips dalam membelanjakan gaji pertama.

Baca juga: Survei: Sebagian Besar Milenial Sangat Boros dan Kurang Mapan

1. Jangan dihabiskan hanya untuk makan-makan

Ketika baru pertama kalinya menerima uang yang nominalnya lebih besar dari uang saku yang diberikan orangtua, seringkali milenial atau generasi Z akan kalap dan membelanjakannya dengan makanan. Dengan tambahan bahwa biaya hidup sehari-hari, khususnya di kota-kota besar, dapat meningkat dengan cepat. Maka, kamu perlu mengingat bahwa kebutuhan tidak hanya makan saja.

Untuk itu, lebih baik menyeimbangkan antara makan di luar dengan makan di rumah. Salah satu opsi yang dapat kamu pilih adalah makan di luar hanya saat akhir pekan. Alternatif lainnya adalah makan siang di luar dan makan malam di rumah.

Baca Juga  Usai Saldo Nasabah Bermasalah, Bank Mandiri Diminta Lakukan ini oleh OJK

2. Tentukan target jangka panjang dan pendek

Selain kebutuhan sehari-hari, tentukan capaian apa saja yang ingin kamu dapatkan ke depannya. Contohnya sejumlah tahapan penting dalam kehidupan, termasuk menikah dan memiliki anak, dapat menjadi kesempatan bagi kamu untuk menilik kembali tujuan finansialmu.

Memiliki tujuan keuangan yang terkonsep dengan baik merupakan salah satu cara untuk bertahan hidup di masa depan. Ini hal yang sangat penting untuk diperhatikan, supaya kamu tahu berapa besar uang gaji untuk tujuan yang baik seperti investasi atau menabung. Bukan untuk sekedar nongkrong gak jelas ya.

Tentukan tujuan keuanganmu dalam jangka pendek dan panjang. Sehingga itu akan membantumu merealisasikan tujuan tersebut. Misalnya dalam jangkan pendek kamu akan membeli rumah, nah sisihkan uang gajimu itu untuk tabungan hunian. Lakukan untuk hal penting lainnya juga ya. Selagi masih muda dan kuat bekerja, kenapa enggak.

3. Tetapkan metode 50-30-20

Berikut cara yang bisa kamu aplikasikan dari Anthony Badillo dari Gen Y Planning, dia merekomendasikan metode 50-30-20 untuk mengelola gaji. 50 persen gaji harus digunakan untuk kebutuhan, semisal membayar uang sewa.

Baca Juga  5 Tips Sederhana Menghentikan Kebiasaan Berhutang

Selanjutnya, 30 persen gaji harus digunakan untuk menabung dan membayar utang. Adapun sisa 20 persennya untuk belanja hal yang kamu inginkan.

Realistislah dalam menabung. Upayakan untuk memnabung pada tanggal yang sama. Konsistensilah dalam menabung. Selain itu, jangan berkompromi membayar tagihan lainnya dan jangan lupa lakukan penyesuaian ketika gaji naik.

Marrocco menyatakan, bahkan jika kamu tidak kaya sekalipun, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan perencana keuangan.
“Merencanakan (keuangan) bukan hanya bagi orang-orang yang punya uang,” jelas dia.

Baca juga: Instrumen Investasi yang Cocok Untuk Milenial

4. Pantau pengeluaran

Kesalahan umum yang sering terjadi saat membicarakan pengelolaan finansial adalah tidak sadar berapa banyak uang yang dibelanjakan. Oleh sebab itu, lacak pengeluaranmu dan lihat pos pengeluaran yang bisa dipangkas.

Manfaatkan kemudahan yang disediakan, seperti mobile banking. Unduh aplikasinya dan seringlah mengecek agar tetap akuntabel dan tidak berlebihan dalam hal pengeluaran. Sejumlah aplikasi di ponsel juga bisa diunduh untuk membantu melacak pengeluaranmu.

Atau jika lebih suka menggunakan cara konvensional, maka catatlah pengeluaranmu tiap bulannya. Proses pencatatan mungkin akan terlihat merepotkan, namun percayalah ini akan sangat membantu untuk mengetahui perilakumu mengenai keuangan.

Baca Juga  3 Jenis Bisnis Waralaba Makanan Jepang yang ada di Indonesia

Nah, itu dia beberapa tips yang bisa digunakan dalam mengatur gaji pertama. Semoga bermanfaat!!

Tinggalkan Balasan

keuangan keluarga

Survei: Sebagian Besar Milenial Sangat Boros dan Kurang Mapan

perawatan mobil

3 Tips Sederhana Mengoptimalkan Biaya Perawatan Mobil