in

Sinyal Golden Cross dan Death Cross

Golden Cross dan Death Cross

Dalam membaca analisa saat trading forex, anda mungkin akan menemukan apa yang disebut dengan Golden Cross ataupun Death Cross. Keduanya yaitu Golden Cross dan Death Cross dianggap sebagai suatu sinyal akurat dalam trading forex.

Golden Cross

Golden Cross merupakan pola breakout ketika bullish terjadi. Bullish ini berasal dari perlintasan antara Moving Average periode rendah ke atas Moving Average yang berperiode lebih tinggi. Moment Golden Cross menandakan bahwa bullish akan segara terjadi.

Kendati bisa terjadi pada semua Moving Average namun ada kombinasi-kombinasi yang paling umum untuk menyempurnakan Golden Cross yang terjadi diantaranya:

  • Gabungan yang paling sering dipakai adalah antara MA 50-day dan MA 200-day. Khususnya sebagai indikator breakout bullish di pasar saham seperti S&P500 dan IHSG.
  • Dibandingkan persilangan Moving Average, Golden Cross pada MACD sering dinilai lebih bagus untuk menilai pergerakan harga aset tertentu. MACD Golden Cross juga bisa digunakan sebagai alat analsisi saham dengan memanfaatkannya sebagai pemantau IHSG dan saham individual di Bursa Efek Indonesia.
Baca Juga  Spekulan dalam Trading Forex, Siapakah Dia?

Tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan Golden Cross:

  • Golden Cross yang disertai dengan volume trading tinggi akan memperkuat sinyal bullish.
  • Sinyal yang muncul dari gabungan MA 50-day dan MA 200-day dianggap lebih bagus dibandingkan kombinasi MA-5 dan MA-15 pada intraday. Semakin besar timeframe chart, maka makin kuat dan tahan lama sinyal Golden Cross yang muncul.
  • Sinyal Golden Cross pada Moving Average sering dikombinasikan bersama indikator tipe Oscillator ketika melakukan trading jangka pendek. Melacak serta memperoleh moment yang tepat saat uptrend atau overbought. Indikator ini akan membuat anda lebih mudah sehingga anda bisa mendapatkan titik entry yang lebih ideal.

Banyak trader yang setiap saat memeriksa apakah terjadi Golden Cross di chart. Tujuannya bukan sebagai stimulus untuk melakukan buy melainkan memastikan bahwa sentimen pasar condong bullish.

Death Cross

Death Cross muncul pada sinyal di permulaan pasar. Ini terjadi ketika bearish terbentuk dari silang lintas antara Moving Average periode rendah menuju ke bawah Moving Average dengan periode lebih tinggi. Contoh terjadinya Golden Cross misalnya Moving  Average 15-Day bergerak melintas ke bawah MA 50-Day, kemudian Moving Average bergerak melintas kebawah MA 100-Day, begitu seterusnya.

Baca Juga  Milenial, Wajib Dengarkan 4 Nasihat Keuangan Berikut!

Terbentuknya Death Cross bersamaan dengan Moving Average yang berperiode lebih tinggi akan secara otomatis menjadi level resisten baru di pasar bearish yang akan datang. Misalnya MA-5 bergerak melintasi ke bawah MA-15. Maka ketika harga benar-benar merosot, garis MA-15 akan menjadi resisten bergerak yang baru.

Para trader berpendapat bahwa sinyal yang diberikan oleh Death Cross lebih lemah daripada Golden Cross. Pada trading jangka panjang sinyal dari Death Cross lebih mudah dibatalkan. Apalagi jika ada faktor-faktor lain yang turut meramaikan pasar. Sinyal Death Cross juga pada timeframe yang besar sangat temporer. Hal ini sangat bertolak belakang dengan Golden Cross yang akan semakin valid pada timeframe besar.

Cara untuk melakukan trading forex dengan menggunakan sinyal Golden Cross dan Death Cross tentu harus memperhatikan beberapa batasan untuk mengurangi nilai kekeliruan. Batasan ini menjadi sangat penting karena sinyal Death Cross dan Golden Cross yang dihasilkan dari potongan indikator Moving Average belum mampu memberikan kondisi yang valid.

Baca Juga  Aturan Main Trading Forex, Apa Saja? (3)

Tinggalkan Balasan

Broker forex yang teregulasi

Virtual Trading dan Live Trading, Apa Perbedaannya?

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 12 Desember 2019

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 12 Desember 2019