in

Tips Trading Aman dengan Laverage yang Tinggi (Part 1)

Hal Penting tentang Volatilitas

Jika ditanya, banyak trader pasti tergiur dengan potensi laverage forex tinggi. Wajar saja, leverage forex yang tinggi memang bisa memberikan kemampuan trading jauh lebih besar dari modal asli trader. Sehingga semakin besar leverage-nya, semakin kecil pula modal yang diperlukan untuk bisa melakukan cara trading dengan ukuran besar.

Namun laverage forex yang tinggi tersebut berbanding lurus dengan besarnya risiko. Hal itu telah berulang kali ditekankan dalam prinsip belajar dan cara trading di sumber manapun. Lalu, bagaimana cara trading yang aman dan tepat untuk meminimalisir risikonya?

1. Cermat Mengatur Ukuran Trading

Perhitungan profit dan loss didasarkan pada seberapa besar harga bergerak dari level entry. Semakin tinggi harga naik dari posisi buy Anda, tentu semakin besar pula keuntungan yang dikumpulkan. Sebaliknya, semakin jauh harga turun dari level entry buy, semakin besar pula loss yang Anda derita.

Dalam cara trading forex, pergerakan harga diukur dengan satuan pip, yang merupakan dua angka terakhir dalam pelafalan level harga. Jadi apabila EUR/USD bergerak dari level 1.3120 ke 1.3150, maka artinya harga telah berangsur naik sebanyak 30 pip (50 pip – 20 pip).

Baca Juga  Mengenal Pola Triangle yang Wajib Diketahui Trader

Nah, nilai per pip itu bisa sangat bervariasi tergantung pada ukuran lot yang Anda tempatkan. Apabila menerapkan cara trading dengan 1 lot misalnya, nilai per pip adalah sebesar $10. Artinya, setiap kenaikan harga 1 pip akan mendatangkan keuntungan $10 pada posisi buy Anda. Di sisi lain, setiap penurunan 1 pip juga berarti kerugian $10 untuk order buy.

2. Pilih Pair Dengan Range Pergerakan Yang Kecil

Fenomena pergerakan harga hingga ribuan pip sangat jarang terjadi di pasar forex (kecuali di pair-pair eksotis yang jarang ditradingkan). Pada pair forex mayor, range pergerakan harga yang mencapai ratusan pip sudah dianggap besar.

Karena cara trading dengan leverage forex tinggi sangat berisiko, maka sebaiknya pilihlah pair forex mayor yang range pergerakan harganya minim. EUR/USD misalnya, memiliki range harian rata-rata di bawah 150 pip. Jadi apabila ketahanan margin Anda adalah 1000 pip, pair tersebut tentu akan memberi ruang yang sangat lapang bagi cara trading Anda.

3. Hindari Trading Di Saat Rilis News

Pair dengan range kecil sekalipun bisa bergejolak jika dipengaruhi oleh rilis berita berdampak besar. Bagi para trader USD contohnya, sering menyorot data NFP dalam cara trading mereka, karena rilisnya hampir selalu berimbas besar pada pergerakan harga. Selain itu, ada pula pengumuman Bank Sentral yang perlu diwaspadai, apalagi jika ada komentar atau perubahan kebijakan di luar prediksi pasar.

Baca Juga  Ingin Menang Kontes Trading Forex, Ini Tipsnya (2)

Jika Anda menggunakan leverage tinggi, maka sebaiknya hindari cara trading berdasarkan news. Peningkatan volatilitas di periode ini tidak hanya memicu bertambahnya range pergerakan harga, tapi juga berisiko mengganggu fungsi order di platform trading broker-broker. Fitur-fitur pengaman seperti pending order, stop loss, dan take profit jadi kurang bisa diandalkan kinerjanya.

Tinggalkan Balasan

nilai kurs rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 24 Desember 2019

Kebiasaan Trading Buruk yang Harus Dihindari (1)