in

Ciri-ciri Broker Forex Lokal yang Resmi

Ciri-ciri Broker Forex Lokal yang Resmi

Sebelum memilih broker lokal untuk aktivitas trading forex Anda, sebagai trader haruslah cermat. Perhatikan dulu ciri-ciri broker forex lokal yang resmi seperti yang dijelaskan berikut ini.

Untuk bisa bertrading, Anda harus mendaftarkan diri atau membuat akun di broker atau pialang yang menyediakan layanan trading forex. Banyaknya pilihan nama broker, terutama broker lokal, dalam berinvestasi jangka pendek melalui aktivitas trading forex, Anda wajib berhati-hati. Sebagai trader, selektif dalam memilih broker forex yang dipercaya mengelola investasi Anda itu perlu.

Fakta di lapangan mengatakan, tak sedikit trader, terutama yang pemula, mudah tertipu broker abal-abal. Bukannya menjadi penghubung antara trader dengan pasar, broker siluman itu malah melakukan trading melawan posisi kliennya. Ada pula broker-broker kecil yang tak punya kejelasan identitas dan alamat. Di antara broker-broker itu bahkan sudah bangkrut sebelum beroperasi lebih lama. Malangnya, uang trader klien yang sudah didepositkan ke rekening mereka dibawa kabur.

Cara satu-satunya untuk menghindari praktik-praktik semacam itu, sebaiknya Anda mendaftar di broker forex lokal yang resmi di Indonesia. Setidaknya, ada tiga ciri-ciri utama yang harus diperhatikan para trader untuk mengenali mana broker yang resmi dan mana yang abal-abal.

Baca Juga  7 Broker Forex yang Memberikan No Deposit Bonus

Berikut Ciri-ciri Broker Forex Lokal Resmi di Indonesia

1. Terdaftar di BAPPEBTI

BAPPEBTI yang kepanjangannya Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi merupakan otoritas resmi yang mengawasi dan meregulasi perdagangan berjangka di tanah air. Badan ini secara struktural berada di bawah naungan langsung Departemen Perdagangan. Dalam menawarkan produk-produknya, para broker resmi juga harus menaati kaidah yang ditetapkan regulator tersebut.

Agar disebut sebagai perusahaan yang resmi dan diakui dalam penyediaan layanan trading di Republik Indonesia, broker forex haruslah mendaftarkan diri ke BAPPEBTI. Selain itu, broker-broker itu harus menjadi anggota bursa berjangka di Indonesia, sebut saja Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), ataupun Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX). Broker itu juga bisa menjadi anggota lembaga kliring terkait, baik itu PT KBI (Kliring Berjangka Indonesia) atau PT ICH (Indonesia Clearing House).

2. Identitas dan Alamat Jelas

Tak hanya terdaftar dan teregulasi di BAPPEBTI dan lembaga-lembaga pemerintah yang berwenang lainnya, broker forex lokal dikatakan resmi jika mempunyai identitas dan alamat jelas. Broker-broker itu haruslah memiliki nama dan alamat lengkap kantor yang sebenar-benarnya.

Baca Juga  Sudahkah Anda Memiliki Jurnal Trading?

Selain itu, dalam laman (website) resminya, broker tersebut wajib menyantumkan info kontak (nomor telepon, fax, atau email). Kontak-kontak tersebut harus jelas dan bisa merespon ketika dihubungi oleh klien.

3. Ada Rekening Terpisah

Broker forex bisa disebut resmi jika memiliki kebijakan sistem rekening terpisah (Segregated Account). Maksudnya, dana yang didepositkan oleh klien disimpan di rekening bank yang berbeda dengan rekening perusahaan broker tersebut.

Tujuan adanya rekening terpisah ini merupakan salah satu upaya transparansi broker di mata klien. Hal itu juga dapat mencegah broker menyalahgunakan dana klien yang sudah disetorkan untuk proses trading.

Ada pula kebijakan volume trading minimum di batas ukuran lot mini (0.1), dan leverage maksimal 1:200. Kebijakan tersebut dibuat maksudnya agar trader Indonesia bisa trading dengan modal rendah, namun dengan risiko yang tetap terkendali.

Transaksi Trading Menggunakan Rekening Bank Lokal

3 Broker Penyedia Akun Sen

7 Broker Lokal yang Menyediakan Akun Mini

7 Broker Lokal yang Menyediakan Akun Mini