in

Teknik Trading EUR/USD dengan Strategi London Breakout

Teknik Trading PAsangan mata uangEUR/USD dengan Strategi London Breakout
Teknik Trading EUR/USD dengan Strategi London Breakout

Sesuai dengan namanya, strategi London Breakout mengandalkan terjadinya breakout pada awal sesi London. Sesi London dibuka pukul 7:00 GMT dan ditutup pukul 15:00 GMT atau antara pukul 13:00-22:00 WIB.

Baca juga: Jam Buka Pasar Trading Forex yang Harus Dipahami Trader

Ketika menerapkan teknik pasangan mata uang EUR/USD ini Anda perlu membuka grafik pada time frame Hourly (H1), kemudian memastikan model grafik berupa Candlestick. Setelah itu, ikuti langkah-langkah berikut ini:

Langkah-langkah strategi London Breakout

1. Ketahui setelan waktu pada platform.

Akan lebih mudah jika setelan waktu sudah berdasarkan GMT atau WIB (GMT+7); tetapi apabila tidak memungkinkan, maka Anda dapat menyesuaikannya secara manual. Dalam strategi London Breakout, Anda harus benar-benar dengan tepat mengenali jam buka dan jam tutup (15:00 GMT) sesi London.

2. Buat Penanda

Setelah sesi London dibuka dan harga mulai membentuk candle baru (> 7:00 GMT), berilah penanda pada tiga candle sebelumnya (tiga candle terakhir sesi Tokyo). Penanda bisa berupa dua garis horizontal yang setara dengan puncak tertinggi dan lembah terendah diantara ketiga candle tersebut. Kedua garis itu akan berperan sebagai garis Resistance dan Support.

Baca Juga  Daftar Lembaga Regulator Forex di Dunia

3. Siapkan Pending Order.

Pertama, taruh Buy Stop sekitar 5-10 pips di atas garis Resistance. Kedua, taruh Sell Stop sekitar 5-10 pips di bawah garis Support. Jarak 5-10 pips ini tidak baku, sehingga Anda bisa menyesuaikannya sendiri dengan volatilitas perdagangan pada hari itu.

4. Biarkan kedua Stop Order

Biarkan kedua Stop Order tadi hingga salahsatunya ter-trigger. Setelah ada yang ter-trigger, maka langsung batalkan Stop Order yang belum ter-trigger. Misalkan Buy Stop ter-trigger, sehingga Anda perlu membatalkan Sell Stop. Pembatalan manual ini tak diperlukan jika Anda menggunakan OCO Order karena posisi yang tak tereksekusi akan dibatalkan otomatis; tetapi sayangnya, tak banyak broker yang menyediakan fitur ini, sehingga kemungkinan Anda hanya bisa memanfaatkan Pending Order saja.

5. Take Profit dan Stop Loss

Take Profit dan Stop Loss bisa dilakukan berdasarkan aturan rasio risk/reward, penilaian Anda mengenai situasi pasar setelahnya, ataupun dengan menerapkan Trailing Stop. Tak peduli metode apa yang digunakan, yang penting adalah Take Profit dan Stop Loss harus dilakukan paling lambat satu jam sebelum penutupan sesi London.

Baca Juga  Session Map, Penunjuk Waktu Trading Global dari GKInvest

Itulah 5 langkah trading EUR/USD dengan strategi London Breakout. Nantikan artikel teknik trading selanjutnya ya Traders!

IHSG menghijau dan Rupiah menguat

IHSG Menghijau dan Rupiah Menguat hingga Rp13.695 per Dolar AS

Akun Mikro

Trader Pemula Harus Mengenal Akun Mikro dan Keuntungannya