in

Bagaimana Cara Trading dengan Price Action?

Untuk trading dengan cara Price Action, pertama-tama kita harus memahami terlebih dahulu mengenai pola-pola Candlestick, pola-pola Harmonik, serta konsep Support dan Resistance. Tanpa pengetahuan mengenai ketiga hal tersebut, maka kita akan mudah membuat keputusan berdasarkan emosi saja, sebagai imbas dari ketidakpastian pergerakan harga di pasar.

Setelah memahami ketiga topik tersebut, selanjutnya trading dengan Price Action dapat dilakukan dengan tiga langkah:

  1. Buka grafik harga pada timeframe yang diinginkan. Namun, perhatikan bahwa trading dengan Price Action lebih tepat digunakan untuk Day Trading dibandingkan Scalping, sehingga lebih baik menggunakan timeframe terendah antara D1 hingga H4 saja. Sebagai contoh, perhatikan chart USD/CHF pada timeframe H4 berikut ini.
  2. Amati pergerakan harga, tariklah garis-garis Support dan Resistance sesuai dengan kondisi. Support merupakan level terendah pada suatu pergerakan harga, sedangkan Resistance menandai level tertingginya. Selanjutnya, carilah kalau-kalau ada pola Candlestick atau pola Harmonik tertentu di atas chart.
  3. Buka posisi Buy atau Sell berdasarkan pola-pola yang terbentuk di atas chart, kemudian gunakan garis Support dan Resistance sebagai acuan penentuan Target Profit dan Stop Loss. Contohnya pada gambar di atas, terdapat pola Harmonik Bullish ABCD yang menandai pergerakan naik USD/CHF, dengan perkiraan harga selanjutnya maksimal akan mencapai level Resistance. Target Profit bisa diletakkan pada beberapa tingkatan sebelum Resistance dengan menggunakan Trailing Stop. Sedangkan Stop Loss bisa diletakkan persis pada level Support.
Baca Juga  Teknik Trading EUR/USD dengan Strategi London Breakout

Seperti yang telah ditulis sebelumnya, Price Action adalah teknik trading yang memungkinkan para trader membaca pasar. Para trader pun dituntut untuk membuat keputusan trading subjektif berdasarkan pergerakan harga terkini dan aktual, alih-alih hanya mengandalkan indikator teknis.

Strategi trading ini bergantung pada alat analisis teknis. Sehingga, ia mengabaikan faktor-faktor analisis fundamental dan lebih berfokus pada pergerakan harga saat ini dan sebelumnya.

Harga emas kembali meningkat

Harga Emas Menguat Efek Wabah Corona

Rupiah Tembus Rp15.000

Rupiah Kembali Layu ke Rp14.212