in

Trailing Stop Order dalam Trading Forex

Trailing Stop Order dalam Trading Forex

Banyak trader pemula yang bertanya apa itu Trailing Stop Order? Bisa dimaklumi, meski sederhana, jika tak memahaminya tentu bakal terus bertanya-tanya. Dalam dunia trading forex, Trailing Stop Order tergolong dalam salah satu jenis Stop Loss Order.

Jangan terlalu tinggi membayangkan pengertian istilah order dalam trading forex, karena memang maknanya cukup sederhana. Order di sini maknanya sama dengan kata order pada umumnya. Mirip sekali dengan pengertian order di restoran atau rumah makan. Dalam trading forex, istilah order ini diisyaratkan seperti bagaimana seorang trader memesan sesuatu.

Membicarakan istilah memesan, tentu berkaitan erat dengan apa yang dipesan oleh si trader, dan mau pesan sekarang atau nanti. Dalam dunia trading forex, para trader diberikan sejumlah daftar menu. Anda bisa mengorder menu tersebut sesuai dengan keinginan. Apakah Anda akan melakukan Buy (membeli) atau Sell (menjual)? Pada harga berapakah yang diinginkan? Bagaimana posisi trading yang akan ditutup?

Setiap trader bisa menentukan cara atau metode masing-masing, dan tiap trader bisa saja berbeda-beda dalam menentukannya. Ada trader yang melakukan pembukaan dan penutupan posisi dengan caranya sendiri. Tak heran jika nantinya akan ada berbagai jenis order dalam trading forex.

Baca Juga  Berbagai Mitos Bursa Efek yang Tidak Perlu Anda Percaya

Lalu, Apakah Trailing Stop Order itu?

Trailing Stop Order merupakan salah satu jenis order dalam dunia trading forex yang tergolong Pending Order. Bisa dikatakan, oder ini termasuk veriasi Stop Loss Order.

Trailing Stop merupakan variasi Stop Loss Order yang ditempatkan pada suatu posisi trading, tetapi dapat berpindah seiring dengan fluktuasi harga. Yang harus dipahami, sekali saja Trailing Stop berpindah, maka level yang baru itu berubah menjadi Stop Loss untuk posisi trading tersebut dan Stop Loss sebelumnya tak berlaku lagi.

Trader juga harus tahu bahwa perpindahan ini akan terus berlanjut selama harga bergeser sesuai interval yang telah dipilih. Untuk skenario Buy, Trailing Stop tidak dapat turun setelah berpindah naik. Sementara, untuk skenario Sell, Trailing Stop tidak dapat naik setelah berpindah turun.

Contohnya, pasangan mata uang USD/JPY pada posisi Buy diperdagangkan dengan harga 109.858, dengan interval Trailing Stop 20 pip. Artinya, Stop Loss awal adalah pada 109.658. Jika harga ternyata berjalan naik ke 110.232, maka Trailing Stop akan pindah dan terkunci pada 110.032.

Baca Juga  Dampak FOMO yang Harus Diketahui Para Trader Forex

Jadi, misalnya kemudian harga berbalik turun lagi hingga 110.200, maka posisi yang dikunci akan tetap pada 110.052. Ketika harga turun lagi ke 110.000, trader tak perlu khawatir merugi lebih banyak. Sebab, posisi trading akan ditutup pada 110.032 secara otomatis. Anda pun sukses mengamankan profit hingga level terakhir tersebut.

harga batu bara KO

Ekonomi China Membaik, Batu Bara Masih KO

Bursa Asia Positif Lagi Akibat Kabar dari Trump

Prediksi IHSG Setelah Stimulus dan Wall Street Hijau