in

Jenis Order dalam Trading Forex, Penting Bagi Pemula

Jenis Order dalam Trading Forex, Penting Bagi Pemula

Banyak trader pemula yang bertanya apa apa saja jenis order dalam trading forex? Bisa dimaklumi, meski sederhana, jika tak memahaminya tentu bakal terus bertanya-tanya. Dalam dunia trading forex, dikenal bermacam-macam order yang dapat dimanfaatkan oleh para trader.

Jangan terlalu tinggi membayangkan pengertian istilah order dalam trading forex, karena memang maknanya cukup sederhana. Order di sini maknanya tak jauh berbeda dari kata order pada umumnya. Mirip sekali dengan pengertian order di restoran atau rumah makan. Dalam trading forex, istilah order ini diisyaratkan sebagaimana seorang trader ingin memesan sesuatu.

Membicarakan istilah memesan, tentu berkaitan erat dengan apa yang dipesan oleh si trader, dan mau pesan sekarang atau nanti. Seperti di restoran, dalam dunia trading forex, para trader diberikan sejumlah daftar menu. Trader bisa mengorder menu tersebut sesuai dengan keinginan. Apakah Anda akan melakukan Buy (membeli) atau Sell (menjual)? Pada harga berapakah yang diinginkan? Bagaimana posisi trading yang akan ditutup? Sekarang atau nanti?

Setiap trader bisa menentukan cara atau metode masing-masing, dan tiap trader bisa saja tidak sama dalam menentukannya. Ada trader yang melakukan pembukaan dan penutupan posisi dengan caranya sendiri. Tak heran jika nantinya akan ada berbagai jenis order dalam trading forex.

Lalu, Apa Sajakah Jenis Order dalam Trading Forex?

1. Market Order

Market Order merupakan salah satu jenis order dalam dunia trading forex yang paling sederhana. Market Order adalah jenis order Buy/Sell pada harga terbaik yang sudah tersedia di pasar forex.

Baca Juga  Begadang Memantau Pasar Forex Amerika, Siapkan 5 Hal Ini

Jangan bingung, karena Anda tinggal mengklik “Buy” yang ada pada platform trading yang digunakan. Selanjutnya, tugas platform tersebut yang akan langsung mengeksekusi order Buy yang Anda lakukan pada harga yang tertera.

Pernahkah Anda melakukan pembelian barang secara online melalui online shop, seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan lain sebagainya? Nah, seperti itulah gambaran sederhana dari Market Order dalam dunia trading forex. Semudah Anda memilih barang yang akan dibeli, lalu klik “beli”, maka barang akan menjadi milik Anda.

Sama, dalam trading forex, pasangan mata uang yang dibeli akan menjadi milik Anda. Bedanya, dalam online shop biasanya prosesnya berlanjut pada pembayaran dengan berbagai pilihan model. Sementara dalam trading forex, modal trader yang otomatis berkurang begitu menekan “Buy” dan order dieksekusi.

Sistem yang sama akan berlaku untuk pilihan “Sell” (menjual). Trader akan kehilangan pasangan mata uang yang dijualnya dan modalnya akan bertambah begitu mengklik “Sell” dan order yang dilakukan itu dieksekusi.

2. Limit Entry Order

Limit Entry Order merupakan salah satu jenis order dalam dunia trading forex yang tergolong Pending Order. Limit Entry Order adalah jenis order dalam trading forex yang ditempatkan untuk posisi Buy di bawah harga pasar sekarang, atau Sell di atas harga pasar sekarang.

Ada satu cara yang memudahkan para trader. Para trader tinggal memasang Buy dengan Limit Entry Order sekarang, lalu bebas meninggalkan layar monitor untuk melakukan aktivitas lainnya. Jika nanti harga benar-benar turun sampai 110.800, maka platform trading Anda akan membuka posisi Sell pada harga terbaik saat itu secara otomatis.

Baca Juga  Memanfaatkan Leverage dalam Trading Forex dengan Aman (3)

Trader dapat memanfaatkan Limit Entry Order jika memang meyakini bahwa harga akan berbalik setelah mencapai level tertentu, atau reversal. Jadi, trader tak perlu terus memantengi pasar forex di layar monitor untuk menunggu harga Buy/Sell yang diinginkan.

3. Stop Entry Order

Stop Entry Order merupakan salah satu jenis order dalam dunia trading forex yang tergolong Pending Order. Namun, jangan pernah berpikir memiliki fungsi yang sama dengan Limit Entri Order.

Trader dapat menggunakan Stop Entry Order jika ingin membuka posisi Buy di atas harga pasar sekarang, atau melakukan Sell di bawah harga pasar sekarang. Jadi, opsi order ini bisa dipakai jika Anda memperkirakan harga akan terus bergerak ke satu arah yang sama. Singkatnya, bisa dibilang fungsi Stop Entry Order ini kebalikan dari Limit Entry Order.

Trader dapat memanfaatkan Stop Entry Order jika memang meyakini bahwa harga akan berbalik setelah mencapai level tertentu, atau reversal. Jadi, trader tak perlu terus memantengi pasar forex di layar monitor untuk menunggu harga Buy/Sell yang diinginkan. Praktis bukan?

4. Stop Loss Order

Stop Loss merupakan salah satu jenis order dalam dunia trading forex yang tergolong Pending Order. Namun, jangan pernah berpikir order ini memiliki fungsi untuk membuka posisi trading.

Baca Juga  3 Aturan Dasar Agar Selalu Untung dalam Trading Forex

Fungsi utama Stop Loss Order digunakan untuk mencegah Loss lebih parah kalau harga bergerak ke arah yang tidak terduga sebelumnya. Biasanya, trader dapat memasang order ini setelah atau bersamaan dengan ketika ia membuka Buy atau pun Sell dengan tipe order apapun, baik Market Order maupun Pending Order.

Satu hal yang harus dipahami oleh trader, Stop Loss Order ini akan terus berlaku secara otomatis. Perintah tersebut bakal berhenti hanya jika Stop Loss Order dicabut oleh trader. Satu lagi cara yang bisa dilakukan trader untuk menghentikannya, yakni dengan mengakhiri atau menutup posisi trading.

5. Trailing Stop Order

Trailing Stop Order merupakan salah satu jenis order dalam dunia trading forex yang tergolong Pending Order. Bisa dikatakan, oder ini termasuk veriasi Stop Loss Order.

Trailing Stop merupakan variasi Stop Loss Order yang ditempatkan pada suatu posisi trading, tetapi dapat berpindah seiring dengan fluktuasi harga. Yang harus dipahami, sekali saja Trailing Stop berpindah, maka level yang baru itu berubah menjadi Stop Loss untuk posisi trading tersebut dan Stop Loss sebelumnya tak berlaku lagi.

Trader juga harus tahu bahwa perpindahan ini akan terus berlanjut selama harga bergeser sesuai interval yang telah dipilih. Untuk skenario Buy, Trailing Stop tidak dapat turun setelah berpindah naik. Sementara, untuk skenario Sell, Trailing Stop tidak dapat naik setelah berpindah turun.

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 06 April 2020

IHSG diramalkan menguat

IHSG Diramalkan Menguat Karena Wall Street Membaik