in

Trik Memilih Settingan Stochastic yang Akurat

Trik Memilih Settingan Stochastic yang Akurat
Ilustrasi Stochastic (C) SHUTTERSTOCK

Ada bahasan menarik tentang bagaimana memilih settingan stochastic. Anda harus benar-benar memahami bagaimana trik memilih settingan stochastic yang akurat. Sebab, trik ini bisa menjadi pedoman strategi yang bisa Anda gunakan untuk berbagai pair asset, yakni Gold (emas), Oil (minyak mentah), atau Currency.

Pengertian Indikator Stochastic Oscillator

Sebelum mengetahui trik memilih settingan stochostic yang akurat, sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa pengertian indikator stochastic oscillator. Pasalnya, indikator tersebut sangat erat hubungannya dengan bagaimana memilih settingan stochastic terbaik.

Secara harfiah, stochastic oscillator adalah indikator yang secara khusus dapat mengukur area jenuh dari suatu pergerakan transaksi jual dan beli pada suatu asset, baik Komoditas, Saham, maupun Currency.

Pada dasarnya, bisa dibilang, stochastic ini merupakan salah satu indikator yang termasuk dalam indikator jenis oscillator. Selain stochastic, ada sejumlah indikator lainnya, yang dikelompokkan dalam jenis oscillator. Sebut saja Relative Strength Index (RSI), Indikator Parabolic SAR, dan Moving Average Convergence Divergence (MACD).

Sejarah dan Fungsi Indikator Oscillator

Dalam sejarahnya, pencipta indikator stochastic oscillator bernama George C. Lane. Ia menciptakan indikator jenis ini pada sekitar tahun 1950. Yang perlu Anda ketahui, indikator jenis ini hingga sekarang masih umum dipakai. Bahkan, indikator ini menjadi salah satu indikator default yang sudah pasti dicantumkan dalam setiap aplikasi Meta Trader.

Baca Juga  6 Komunitas Investor yang Bisa Diikuti Investor Pemula

Lalu, apa fungsi indikator jenis oscillator ini? Anda bisa menggunakan indikator oscillator untuk mengidentifikasi indikasi adanya sinyal dari awal terbentuknya sebuah tren, sebagai dasar pengambilan keputusan ketika memutuskan untuk membuka posisi.

Pengertian Moving Average

Setelah memahami indikator stochastic, selanjutnya Anda patut mengetahui pengertian Moving Average (rata-rata bergerak). Pengertian yang cukup sederhana ini akan membantu Anda dalam memaksimalkan fungsi indikator stochastic yang dipakai.

Moving Average adalah sebuah metode peramalan yang sederhana dan sering digunakan untuk memperkirakan kondisi di masa depan. Biasanya, dengan cara memanfaatkan kumpulan data-data historis (masa lalu).

Lalu, Bagaimana Settingan Stochastic yang Akurat Itu?

Sampai di sini, sebaiknya Anda memahami dulu bagaimana cara membaca informasi mengenai indikator stochastic dan moving average. Sebelum melangkah lebih lanjut untuk mengetahui bagiamana settingan stochastic yang akurat, Anda disarankan untuk membaca ulang rangkaian kalimat di atas.

1. Indikator Stochastic

Trik Memilih Settingan Stochastic yang Akurat

2. Moving Average (10, 25, 50)

Trik Memilih Settingan Stochastic yang AkuratTrik Memilih Settingan Stochastic yang AkuratTrik Memilih Settingan Stochastic yang Akurat

Settingan yang Anda lihat pada gambar-gambar di atas merupakan hasil pengembangan dari standar parameter pada umumnya. Hanya saja, ada sedikit modifikasi, di mana terdapat perubahan parameter MA Method menjadi Exponential.

Baca Juga  Spesifikasi Komputer untuk Bertrading Forex di Rumah

Melalui gambar tersebut, Anda bisa mengidentifikasi momen yang tepat untuk menentukan kapan harus membuka posisi, baik Buy ataupun Sell. Ada sejumlah poin penting yang harus selalu diingat ketika Anda memakai metode ini.

Pertama, tiga garis MA (Moving Average) berfungsi untuk mengidentifikasi arah tren yang sedang terjadi. Kedua, Jika diperhatikan, ada dua garis area jenuh di indikator stochastic, yaitu garis 80 dan garis 20. Bila Anda ingin memilih Sell, maka perhatikan indikator stochastic dengan baik, dan disarankan membuka posisi ketika terjadi perpotongan di area garis 80. Sebaliknya, ketika ingin melakukan Buy, tunggu sampai terjadi perpotongan di area garis 20.

Ketiga, momen atau sinyal dari Entry Point ini cukup akurat jika terjadi persilangan garis yang sama pada time frame H1 dan H5. Biasanya, momen seperti ini akan terjadi tiga sampai lima kali dalam sehari. Yang terpenting dari semua itu, tetapkanlah titik Stop Loss minimal 20 poin jika anda memilih menggunakan time frame M15-H1 untuk langkah antisipasi mengurangi risiko.

Baca Juga  Pola Descending Triangle yang Harus Diketahui Trader
saham Migas tergelincir karena harga minyak dunia

Saham Migas Tergelincir Karena Harga Minyak Dunia

Moving Average sebagai Indikator dalam Trading Saham

Moving Average sebagai Indikator dalam Trading Saham