in

4 Jenis Indikator MT4 Forex yang Harus Diketahui Setiap Trader

Jenis Indikator MT4 Forex

Bagi beberapa trader pemula, trading Forex pasti membingungkan. Jika anda ingin mendapatkan awal yang baik dalam forex, tetapi mengetahui pasar mana yang akan bergabung bisa sangat membingungkan. Di sinilah berbagai jenis indikator forex MetaTrading 4 (MT4) muncul. Indikator-indikator ini akan menjadi teman terbaik Anda dalam memahami pasar. Mereka memberi Anda variabel penting dalam mengetahui pasar mana yang merupakan pilihan yang baik.

Jika Anda sudah berpengalaman dalam perdagangan valas, ini mungkin cara yang baik bagi Anda untuk membiasakan diri dengan jenis-jenis indikator MT4 dan mengetahui cara yang tepat untuk menghubungkan mereka demi membuat keputusan yang cerdas. Ada empat indikator yang diketahui biasanya digunakan dalam perdagangan, baik oleh pemula maupun para ahli:

Indikator Volume

Jenis indikator MT4 yang pertama ini sangat penting untuk mengetahui volume perdagangan saat ini. Mengetahui volume perdagangan memungkinkan pedagang untuk memahami arah tren yang terjadi. Selain itu juga bisa mencari tahu apakah ada penembusan atau pembalikan dalam tren. Volume rendah bisa berarti ada pembalikan dalam perdagangan.

Baca Juga  7 Tanda-tanda Broker Scam yang Harus diketahui Trader

Jika volumenya naik, maka ini artinya harganya juga naik. Namun, volume yang tinggi tidak selalu berarti harga tinggi; jika kebetulan pasangan mata uang tersebut diperdagangkan dalam kisaran sempit, itu juga bisa berarti penembusan.

Ada beberapa indikator volume umum yang digunakan oleh pedagang – Indeks Aliran Uang, Volume Perimbangan, Kemudahan Gerakan, Aliran Uang, dan Indeks Permintaan.

Baca juga: Mengenal MT4, Analis Forex Market Online Pertama

Indikator Momentum

Indikator mt4 forex ini menyoroti perubahan cepat pada pergerakan harga dalam jangka waktu tertentu. Dengan menganalisis momentum, trader dapat mengetahui apakah Forex market saat ini mengalami situasi oversold atau over-bring.

Ketika pasar valas berada di wilayah over-carry, ada kemungkinan besar bahwa harga akan turun. Harga akan terus turun lebih lanjut sampai mencapai wilayah oversold. Wilayah oversold berarti bahwa karena kelebihan pembelian dalam waktu yang lama, harga sekarang naik. Berikut adalah contoh indikator momentum yang umum digunakan – Indeks Saluran Komoditas (CCI), Indeks Kekuatan Relatif (RSI), dan indikator Momentum dan Stochastic.

Baca Juga  6 Tips Trading Forex Dengan Modal Kecil (Part 2)

Indikator Volatilitas

Indikator volatilitas sering disebut Band indicator. Harga dan volatilitas saling terkait; ketika satu berubah, yang lain sebagai imbalannya juga terpengaruh. Indikator volatilitas memungkinkan trader untuk memahami kisaran harga dan mempelajari apakah pasar forex saat ini aktif. Forex market yang aktif harus selalu memiliki variasi yang baik dalam pergerakan harga. Ada beberapa indikator volatilitas yang diketahui dan berikut adalah beberapa contoh –  Envelopes Indicators, Moving Average Indicator, dan Bollinger Bands.

Indikator Tren

Yang terakhir di antara jenis indikator mt4 forex adalah indikator tren. Seperti kompas yang mengarahkan Anda ke suatu arah. Arahan ini akan memandu Anda dalam memetakan dan memahami situasi pasar forex saat ini. Untuk alasan ini biasanya juga disebut sebagai indikator arah. Indikator tren atau terarah digunakan untuk menggambarkan awal dan akhir pasar forex, sehingga memudahkan untuk memvisualisasikan status pasar forex saat ini. Ada beberapa jenis indikator tren yang digunakan oleh pedagang. Paling umum di antaranya adalah Indikator Rata-Rata Bergerak, Divergensi Bergerak Bergerak, dan SAR.

Baca Juga  3 Broker Forex yang Menyediakan Sistem PAMM

Baca juga: Keuntungan TradingFX Menggunakan MetaTrader 4

Tinggalkan Balasan

Keuntungan TradingFX Menggunakan MetaTrader 4

Keuntungan TradingFX Menggunakan MetaTrader 4

Financial freedom

Financial Freedom: Buatlah Uang Menjamin Hidupmu