in

Divergence, Pengertian dan Jenis-jenisnya

jenis-jenis divergence

Ketika melakukan analisa teknikal dapat dengan beragam cara. Salah satunya adalah dengan mengenali pola-pola Divergence. Apa itu divergence? Ada berapa jenis divergence? Simak ulasan di bawah ini

Pengertian Divergence

Divergence adalah tanda awal perubahan pasar yang menunjukkan kapan pasar kehilangan kekuatan. Selagi pasar sedang bergerak ke satu arah, kekuatan sesungguhnya sedang bersiap-siap berbalik/Reversal. Di grafik, Divergence tampak seperti pola yang bergerak melawan arah harga sesungguhnya. Hal ini sering kali terjadi terlebih dahulu pada Stochastic Oscillator, tapi kadang-kadang dapat dilihat juga pada RSI dan indikator lain.

Ada dua bentuk Divergence, yaitu Bullish dan Bearish. Divergence Bullish adalah ketika pasar naik, sementara yang Bearish cenderung mendorongnya turun. Keduanya bisa dipakai sebagai sinyal trading.

3 Jenis Divergence

1. Classic Divergence

Classic Divergence bisa terbaca saat melihat ke titik ekstrem di grafik dan indikator. Classic Bearish Divergence terjadi saat grafik menunjukkan Higher High yang lebih tinggi dari level sebelumnya, sementara indikator menunjukkan Lower High. Classic Bullish Divergence terjadi ketika grafik menunjukkan Lower Low, tapi indikator menunjukkan Higher Low. Classic Divergence menunjukkan pasar yang berubah dari arah awalnya.

Baca Juga  Apa Kabar Saham HERO Disaat 6 Gerai Giant Ditutup?

Baca juga: Keunggulan dan Kelemahan Copy Trading dalam Forex

2. Hidden Divergence

Hidden Divergence jauh lebih jarang terjadi daripada Classic Divergence dan bersifat palsu (Fake). Awalnya, pola Divergence ini terlihat bertentangan arah dengan pergerakan harga, namun pada akhirnya berekonsiliasi dan terus bergerak ke arah yang sama.

Hidden Bearish Divergence terjadi ketika Higher High di grafik diikuti dengan titik Lower High. Jika dilihat pada chart, harga bergerak searah. Padahal posisinya berkebalikan jika dilihat menggunakan indikator (MACD atau RSI). Hidden Bullish Divergence terjadi ketika Lower Low di grafik diikuti oleh Lower High, sementara pada indikator urutannya terbalik. Dalam kedua kasus di atas, Hidden Divergence memberi sinyal kelanjutan tren sebelumnya.

3. Extended Divergence

Extended Divergence mirip dengan Classic Divergence, karena keduanya sama-sama berfokus pada pergerakan yang terjadi di indikator dibandingkan besaran level pada grafik harga.

Extended Bearish Divergence terjadi ketika grafik menunjukkan Level Higher High serupa sementara indikator menunjukkan satu Higher High diikuti Lower High.

Baca Juga  Investasi emas batangan atau perhiasan. Mana yang Lebih Cuan?

Sebaliknya, Extended Bullish Divergence dikenali dengan Lower Low serupa pada grafik, sementara indikator menunjukkan satu Lower Low diikuti Higher Low. Extended Divergence menunjukkan bahwa pasar sedang tidak siap untuk konsolidasi dan justru akan terus mengikuti tren aslinya.

Intinya, Divergence adalah pemandangan umum di Forex dan salah satu elemen yang bisa dimanfaatkan untuk analisis teknikal. Tetapi, divergence juga sulit dikenali di grafik live karena Anda tidak bisa mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi. Satu-satunya cara untuk lebih jago melihat Divergence adalah dengan menambah pengalaman.

Tinggalkan Balasan

Menghimpun Dana Lewat Crowdfunding, Pilih Jenis yang Tepat sesuai Tujuan!

Buku seputar bisnis

Trik Agar Bisnis dan Kuliah Berjalan Seirama